Categories
Hiburan

Aurelie Moeremans Ungkap Dirinya Alami Depresi Akut, Langsung Terdeteksi Saat Sesi Pertama dengan Psikolog

tonosgratis.mobi, Jakarta Pada Minggu 14/4/2024, Aurelie Moremans mengungkap kabar tak terduga soal kesehatan mentalnya di Instagram. Dia melaporkan bahwa dia mengalami depresi akut.

Dalam video tersebut, pria berusia 30 tahun itu menjelaskan bahwa hal itu memang benar adanya. Dia sudah lama ingin membagikan kabar ini. Namun, dia sedang mencari saat yang tepat untuk mengungkapkannya.

“Saya sudah lama berpikir untuk membagikan ini kepada Anda. Tapi karena aku tidak ingin membuatmu khawatir. Jadi saya memutuskan untuk menunggu sampai saya menemukan jalannya,” tulis bintang Before the Devil Gets di nomor 2.

Aurelie mengatakan dia menderita depresi dalam beberapa tahun terakhir. Hidupnya terasa kosong.

“Dalam beberapa tahun terakhir Antusiasme saya terhadap hampir segala hal telah hilang. “Saya terus bekerja. Lanjutkan rutinitas harianku. Tapi kenapa aku merasa hampa sekali?” ujarnya pada caption.

Keadaan pikiran ini pasti berdampak pada dirinya. Termasuk dalam hal karir. “Saya tidak suka syuting lagi. Jadi saya memutuskan untuk berhenti tahun lalu,” tulisnya. Dia menambahkan: “Saya mengerti ada sesuatu yang salah. Tapi aku masih belum menemukan jawabannya.”

Aurelie Moermans mencoba banyak cara untuk mengisi kekosongan yang dia rasakan. Namun efeknya hanya bersifat sementara.

“Ikut WWF, berkali-kali jadi sukarelawan dan bisa membahagiakan orang lain. Jujur saja, saya juga ikut senang. Tapi sesampainya di rumah Saya merasa hampa lagi,” ujarnya.

Dia melakukan ini dengan banyak cara lain, mulai dari mendekatkan diri kepada Tuhan, menulis jurnal, hingga afirmasi positif. belajar meditasi Liburan Bali untuk berpartisipasi dalam parade Melukat

“Masih ada beberapa perbaikan. Namun masih ada beberapa tantangan,” tulisnya.

 

Aureli akhirnya meminta bantuan psikolog. Setelah mengisi pertanyaan-pertanyaan pada formulir yang ditanyakan pada pertemuan pertama dengan psikolog. Ternyata dia sedang mengalami depresi akut.

“Sejak awal, saya mengetahui bahwa saya sedang menghadapi depresi dan kecemasan yang parah. Saat itulah saya menyadari, “Oh, ini adalah depresi. “Saya merasa seperti ada awan yang mengejar saya sepanjang waktu,” katanya.

Sekarang dia perlahan mulai bangun. “Ini masih proses. Depresi *kotoran* tidak hanya hilang, tapi saya merasa jauh lebih baik,” tulisnya.

Kolom opini Aurelie Moeremans mendapat dukungan dari netizen termasuk selebriti Indonesia

Pevita Pierce menulis: “Mengirimkan banyak cinta untukmu Aurelie ✨🩷.”

Ibrahim Imran atau Baim pun mendukung hal itu “Saya senang melihat kemarin saya perlahan mulai menikmati musik lagi…selangkah demi selangkah lagi!!”

“Baik, cantik, berani, santai saja 🤗🤗🤗,” kata Tika Pangabian.

Categories
Kesehatan

Gejala Depresi Hantui Ribuan PPDS, Bagaimana Penanganan dan Cara Mencegahnya

tonosgratis.mobi, Jakarta – Data terakhir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan 22,4 persen peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Indonesia mengalami gejala depresi. 

Menurut direktur studi pascasarjana Universitas IARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata global yang berkisar antara 20,9 persen hingga 43,2 persen, menurut berbagai kajian PPDS internasional. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, mengatasi permasalahan ini memerlukan langkah-langkah strategis, mengingat dampak serius depresi terhadap dokter spesialis di masa depan.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan skrining serupa di berbagai program pendidikan lain maupun di masyarakat umum agar dapat lebih memahami masalah kesehatan mental ini. 

Penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI menggunakan metode skrining massal yang penting ditindaklanjuti dengan penilaian psikologis lebih mendalam untuk memastikan diagnosis depresi.

Evaluasi ini meliputi pemeriksaan gejala, mood, pola makan, pola tidur, dan aktivitas berpikir, ujarnya kepada Health tonosgratis.mobi melalui pesan singkat, Selasa, 16 April 2024. 

Tidak hanya itu, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah juga mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.

Selain itu, diagnosis depresi atau gangguan mental lainnya yang akurat harus dibuat oleh ahli kesehatan mental yang kompeten, seperti psikiater atau psikolog. 

Jika diagnosis depresi dipastikan, ada pendekatan pengobatan berbeda yang dapat dilakukan oleh para profesional ini, sesuai dengan kebutuhan individu. 

Dan jika terdapat gangguan depresi di berbagai tingkatan, petugas kesehatan mental telah menyempurnakan cara pengobatannya. 

Ingat, gangguan kesehatan jiwa umumnya tersebar luas dan penderitanya banyak, tentunya dengan derajat yang berbeda-beda, ujarnya.

Oleh karena itu, baik PPDS maupun masyarakat umum yang mengetahui dirinya mengalami depresi berkonsultasi dengan petugas kesehatan jiwa yang sesuai.

 

Selain itu, pemerintah harus memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai untuk membantu PPDS dan siswa lainnya memenuhi tantangan pendidikan mereka.

“Sehingga mereka dapat berhasil menyelesaikan studinya dan berkontribusi secara efektif dalam pelayanan kesehatan.

Categories
Kesehatan

Kecanduan Gadget, Orang Bisa Obesitas dan Mudah Lupa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Apakah Anda teman atau anggota keluarga Anda kecanduan gadget? Hati-hati, kecanduan gadget bisa berujung pada obesitas dan membuat Anda mudah lupa.

Dalam aspek kognitif memang mudah dilupakan, istilah tersebut bukan berarti konsentrasi. Secara fisik bisa jadi gemuk,” kata Yenny Sinambela, dokter spesialis kesehatan jiwa Rumah Sakit Daerah Duren Sawit (RSKD), Jakarta, Yenny Sinambela, di acara Jakarta Vigil di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu. (28/4/2024).

Menurut dr Yenny, orang yang kecanduan gadget sudah terbiasa memiliki semua yang dibutuhkannya di ujung jari, termasuk makanan. Ia sengaja melakukan hal tersebut sebelum melakukan aktivitas apa pun dengan perangkat tersebut agar kesenangannya tidak terganggu.

Dampak lainnya adalah saraf motorik di tubuh mulai terasa nyeri. Hal ini bisa terjadi jika Anda tetap menahan posisi pemutaran di perangkat yang tidak terlalu aktif.

“Kepala mulai sakit kepala atau tangan mulai sakit,” kata dr. Yenny.

Kecanduan penggunaan gadget juga dapat menyebabkan seseorang berhenti melakukan aktivitas produktif lainnya, seperti bekerja atau belajar. Selain itu, kecanduan gadget juga dapat menimbulkan masalah lain, misalnya bangkrut jika perangkat tersebut digunakan untuk perjudian online atau masalah lain dalam pernikahan.

Dokter Yenny juga tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang bergantung pada gawai bisa mengalami gangguan kecemasan bahkan depresi. Jika demikian, Dr. Yenny berpesan bagi penderita kecanduan agar didampingi orang terdekatnya untuk mencari pertolongan medis ke dokter spesialis kesehatan jiwa.

Ciri-ciri orang yang mengalami gangguan jiwa

Sementara itu, Zulvia Oktanida Syarif, SpKJ Jakarta, dokter spesialis kesehatan jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, menjelaskan ciri-ciri penyandang tunagrahita yang membutuhkan pertolongan medis. Ciri-ciri gangguan jiwa disebut 3P.

Gangguan pikiran

Ketika seseorang terus-menerus mengalami gangguan jiwa yang sama, bahkan hingga membuatnya sulit tidur, ada baiknya orang terdekatnya memeriksakan diri ke dokter atau psikolog.

Gangguan emosi

Orang yang terus-menerus sedih, khawatir, atau marah sebaiknya dibantu dengan membawanya ke dokter atau psikolog.

Gangguan perilaku

Gangguan ini membuat penderitanya merasa memiliki kepribadian yang berbeda dari sebelumnya. Misalnya, orang tersebut menarik diri dari interaksi sosial, tampak mudah tersinggung, dan mungkin menangis terus-menerus. Orang terdekat Anda disarankan untuk mencari bantuan ke dokter atau psikolog.

“Kalau melihat 3 P ini, itu peringatan untuk mencari pertolongan profesional. Bisa psikolog atau psikiater (spesialis kesehatan jiwa),” kata dr Zulvia.

Jakarta masuk dalam daftar 10 kota dengan tingkat stres tertinggi di dunia berdasarkan The Least and Most Stressful Cities Index 2021 Penelusuran global lainnya dalam laporan Health Service Monitoring 2023 yang mengkaji pendapat 23.274 responden dewasa tersebar di seluruh dunia. Keliling dunia. 31 negara pada 21 Juli hingga 4 Agustus 2023 menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan masalah kesehatan yang paling memprihatinkan, melebihi kanker.