Categories
Edukasi

Bercita-cita Jadi Asdos Setelah Lulus Kuliah? Simak Syarat dan Tugasnya

JAKARTA – Demikian informasi yang perlu Anda ketahui mengenai persyaratan dan layanan Asdos. Bekerja sebagai Asisten Pengajar (Asdos) merupakan pekerjaan yang penuh tantangan bagi mereka yang mencintai dunia pendidikan.

Banyak mahasiswa kini menjadi Asdos saat masih kuliah. Mereka biasanya memulai dengan asdos pada mata kuliah yang ada latihannya dan sebagian besar adalah mahasiswa semester akhir. Apa saja persyaratan dan tanggung jawab Asdo? Artikel ini jawabannya, cek!

Persyaratan untuk menjadi Asdos

1. Freshgraduate atau mahasiswa aktif pada semester terakhir

Mereka dipilih karena masih bekal ilmu. Dengan cara ini mereka juga mengingat teknik dan latihan yang dipelajari.

2. IPK minimal 3,0

Banyak perguruan tinggi mensyaratkan IPK minimal 3.0 atau lebih tinggi. Bahkan ada pula yang mendapat predikat cumlaude minimal 3,5 atau setara. IPK juga menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap materi kuliah.

3. Option adalah topik pilihan Anda

Asdos biasanya hanya mendukung satu atau dua pelatih. Tentu saja mereka harus benar-benar memahami topik pilihannya.

4. Anda memiliki kemampuan komunikasi yang baik

Sebagai seorang Coach, supervisor juga harus mampu berkomunikasi secara efektif. Jika pidato Anda bagus, siswa akan memahami materi yang Anda sampaikan.

5. Disiplin dan tanggung jawab

Meski memiliki posisi asisten, bukan berarti tugas Anda berkurang. Tapi ada kemungkinan lain.

Tanggung jawab Asdos:

1. Membantu instruktur mempersiapkan materi pelatihan

2. Menggantikan pelatih apabila mereka berhalangan hadir

3. Membantu penelitian guru

4. Membantu administrasi universitas

Categories
Edukasi

Kemendikbud Susun RPP Pendidikan Tinggi dan RPM Dosen, Ini Aturan yang Bakal Diubah

JAKARTA – RPP tentang capaian pendidikan tinggi dan RPM tentang profesi, pekerjaan, dan pendapatan dosen tengah diujicobakan. RPP dan RPM ini akan menjadi pedoman bagi seluruh perguruan tinggi.

Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (RPP) dan Rancangan Peraturan Menteri tentang Vokasi, Jabatan, dan Pendapatan Fakultas (RPM) dilatarbelakangi oleh tiga hal.

Baca juga: Kemendikbud Setuju dengan Usulan Penghapusan PPDB Zonasi dan Ganti dengan Pilihan Akademik?

Sekjen Diktistek Kemendikbudristek Abdul Haris menjelaskan: Pertama, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, Undang-Undang tentang Guru dan Dosen (UU GD) Nomor 14, dan Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 merupakan harmonisasi dari enam undang-undang pemerintah.

Baca juga: Kemendikbud lanjutkan program dukungan pemerintah di bidang bahasa dan sastra bagi masyarakat lokal.

Kedua, koordinasi sepuluh peraturan menteri pelaksana UU GD, UU Pendidikan Tinggi dan UU Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 (PP Dosen).

Ketiga, perlunya pembaharuan peraturan terkait institusi pendidikan tinggi dan fakultas, termasuk pendanaan pendidikan tinggi, tata kelola dan otonomi pendidikan tinggi, masa jabatan fakultas, beban administrasi fakultas, dan pendapatan fakultas.

Baca Juga: Data KIP SPP Terkunci Akibat Hack PDNS. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerukan tindakan cepat.

Harris dalam siaran persnya, Jumat (7 Mei 2024), mengatakan peraturan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika perubahan yang ada di perguruan tinggi saat ini.

Peraturan RPP Perguruan Tinggi dan RPM Fakultas dapat berubah.

Terdapat beberapa perubahan signifikan terhadap peraturan yang ada untuk RPP Perguruan Tinggi dan RPM Fakultas.

1. Perubahan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama

Materi ini membahas tentang tanggung jawab, tugas dan wewenang yang menegaskan pembagian tugas antara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) dan Menteri Agama (Menag).

2. Perubahan peraturan PTN

Substansi ini mengatur perubahan pada perguruan tinggi negeri (PTN), antara lain menyederhanakan birokrasi terkait PTN, memastikan otonomi PTN, dan meningkatkan pendanaan PTN.

3. Perubahan regulasi terkait Perguruan Tinggi Negeri Badan Usaha (PTNBH).

Revisi peraturan tersebut menjawab perlunya pengaturan pembentukan PTNBH oleh PTS, pembentukan PTNBH baru, pemutakhiran tata kelola PTNBH, peningkatan dana PTNBH, dan peningkatan otonomi penggunaan aset dan dana PTNBH.

4. Rincian perubahan peraturan terkait perguruan tinggi swasta (PTS).

Materi-materi tersebut mencakup pembaruan sistem tata kelola PTS, aturan yang lebih jelas untuk donasi dari lembaga yang terorganisir, dan dukungan pemerintah yang lebih berorientasi pada produksi (misalnya kolaborasi dengan sekolah pascasarjana, penelitian, dan industri).

5. Perubahan substansial pada PTK

Ketentuan ini akan mengatur perguruan tinggi agama (PTK), memperjelas pembagian fungsi antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama terkait tata kelola PTK.

6. Pentingnya perubahan RPM guru

Hal ini mencakup perubahan peraturan RPM guru besar, termasuk penyederhanaan peraturan terkait pengangkatan dan sertifikasi guru besar, penguatan otonomi universitas terkait jabatan guru besar, perlindungan hak pengangkatan guru besar, serta perubahan peraturan lain seperti kode etik guru. , ASN dosen bertanggung jawab terhadap PTS, Guru Besar Emeritus, In-Pas, dan bertanggung jawab terhadap proses alokasi tunjangan fakultas.

Kiki Iuliati, Direktur Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menambahkan RPP dan RPM harus menjadi pedoman bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan seluruh perguruan tinggi. Kementerian/Lembaga

Categories
Edukasi

Wahana Pengalaman Bagi Mahasiswa Ilmu Komunikasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG— Perdebatan mengenai “Sekolah dan Peradaban” bukanlah pilihan baru dalam bidang pendidikan. Selain peningkatan teknologi, sekolah juga berperan dalam mendorong penyelidikan kognitif, proses berpikir, keterampilan sosial, kemandirian, dan karakter.

Selain meningkatkan keterampilan yang diharapkan diperoleh siswa, baik sekolah maupun lulusannya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri.

Berbicara mengenai dampak manfaat hasil pembelajaran di kampus, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba berkeyakinan bahwa ilmu komunikasi beserta konsep dan wawasannya tidak boleh menjadi suatu gagasan yang belum teruji dan tidak dipraktikkan. Sebab bagi Fikom Unisba komunikasi tidak hanya sekedar pemahaman, mahasiswa harus siap berkontribusi kepada masyarakat dan memasuki industri yang mendukung magang.

Kesadaran Fikom Unisba bahwa keterampilan komunikasi tidak dapat dipisahkan dari pelatihan harus dilaksanakan dengan menjadikan Fikom Unisba sebagai departemen yang bertanggung jawab atas pemanfaatan laboratorium. Seperti yang telah penulis sampaikan, saat ini Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fikom Unisba merupakan salah satu program studi dengan jumlah laboratorium komunikasi terbanyak di Indonesia.

Beberapa sekolah terkemuka hanya memiliki 3-5 laboratorium, sedangkan Ilkom Fikom Unisba memiliki 7 laboratorium yaitu: Lab Foto, Lab Multimedia, Lab Film, Lab Radio, Lab Komunikasi Grafis, Lab Komunikasi Simulasi dan Lab Televisi.

Tidak hanya laboratoriumnya yang banyak, namun bidang studi yang mencakup laboratorium juga sangat luas. Karena di setiap laboratorium Fikom Unisba terdapat pembelajaran baik semester serius maupun semester genap. Dengan kata lain, mahasiswa yang kuliah di Ilkom Fikom Unisba mendapat 14 mata kuliah 2-3 SKS. Kursus-kursus ini meliputi periklanan, produksi film kreatif, berbicara di depan umum, lobi dan negosiasi, desain grafis dan banyak lagi.

Peningkatan lab Fikom Unisba dinilai penting bagi mahasiswa sebagai tanda penggunaan kemampuan komunikasi dan teknis, soft skill dan hard skill. Kegiatan laboratorium juga bermanfaat dalam memberikan pengalaman kepada mahasiswa yang berdampak langsung pada kepercayaan diri mahasiswa bila diterapkan di masyarakat dan industri.

Dengan memanfaatkan laboratorium Fikom Unisba, mahasiswa sekaligus memperoleh ilmu dan pelatihan di bidang teknologi komunikasi. Hasil magang dapat dijadikan portofolio dimana mahasiswa dapat melamar pekerjaan dan siap menerapkan teknik komunikasi dan keterampilan teknis di berbagai pekerjaan seperti perusahaan media, pembuat konten, manajer media sosial, manajer komunikasi, jurnalis, pengusaha. , pembawa acara, PR, media, penulis, dll.