Categories
Hiburan

‘Avatar: The Last Airbender’ Terancam Diboikot Akibat Komen Eric Nam Soal Palestina-Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penggemar “Avatar: The Last Airbender” menyatakan rencana memboikot serial Netflix musim depan. Boikot tersebut terjadi setelah penyanyi asal Korea Selatan Eric Nam diumumkan sebagai Aang versi dewasa pada 11 April 2024.

Mengutip laman Koreaboo, Minggu (14/4/2024), sikap awal Naam terhadap krisis kemanusiaan di Palestina menimbulkan reaksi keras. Pada Oktober 2023, Nam kedapatan menyukai postingan tertentu, sehingga membuat marah para penggemarnya.

“Sangat masuk akal dan logis untuk menentang perlakuan pemerintah Israel terhadap warga Palestina sambil menyerukan perlindungan terhadap Israel dan Yahudi di seluruh dunia,” tulis postingan satir tersebut.

Banyak yang berpendapat bahwa pandangan sempit publikasi tersebut menutup mata terhadap ribuan warga Palestina tak berdosa yang terbunuh akibat pendudukan Israel. Alhasil, banyak fans yang protes karena Nam sebenarnya menyukai postingan tersebut, terutama fans Malaysia.

Saat itu, ada yang menyarankan untuk memboikot konser Nama di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, tidak lama kemudian, tanggal konser Nam di Kuala Lumpur dibatalkan dan menghilang dari situs resminya tanpa pemberitahuan, semakin menguatkan dugaan bahwa pendirian Nam tidak pro-Palestina.

Situasi menjadi lebih buruk ketika saudara laki-laki Nam dan manajer Eddie Nam membagikan pesan di server Discord yang menyatakan bahwa tidak akan ada tanggapan. Hal ini menimbulkan kritik lebih lanjut karena para penggemar sedih dengan diamnya mereka.

Pada 29 Oktober 2023, Eric Nam akhirnya memberikan pernyataan di akun pribadinya di X (sebelumnya Twitter). Nam mengaku sangat berperikemanusiaan dan konser di Malaysia dibatalkan karena ancaman pembunuhan.

Categories
Sains

Takut Diserang Iran, Yordania Tutup Wilayah Udaranya

AMMAN – Yordania menutup sementara wilayah udara negaranya bagi seluruh penerbangan masuk dan keluar sejak kemarin.

Menurut Al Mamlaka, pada Minggu (14/4/2024), dua penerbangan Fly Dubai menuju Israel terpaksa kembali ke Uni Emirat Arab setelah ditutup.

Komisi Pengaturan Penerbangan Sipil Yordania mengatakan penutupan wilayah udara dilakukan untuk melindungi keselamatan penerbangan sipil di negara tersebut pada saat risiko konflik di Asia Barat meningkat.

Komisi melakukan penilaian risiko keamanan penerbangan terhadap keputusan Yordania untuk menutup wilayah udaranya berdasarkan standar yang diakui secara internasional.

Namun, keputusan tersebut akan ditinjau dan diperbarui berdasarkan kejadian terkini, kata komisi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya di Al Mamla, Ketua Komisi Pengaturan Penerbangan Sipil Yordania Haitham Misto melaporkan bahwa penghentian lalu lintas udara Yordania memengaruhi Sistem Pemosisian Global (GPS) dan menyebabkan pesawat di wilayah tersebut menggunakan sistem navigasi alternatif.